Di dalam Rendah Hati terdapat Kesombongan.
Januari 6, 2008 oleh iwan binanto
Banyak orang yang sombong, tetapi banyak juga orang yang tidak sombong atau rendah hati. Banyak ajaran agama maupun aliran kepercayaan yang mengajarkan umatnya untuk rendah hati. Tetapi apakah mereka sudah menerapkan kerendahan hati dalam kehidupan sehari-hari?
Banyak umat beragama atau aliran kepercayaan yang sudah menerapkannya dengan baik, tetapi banyak pula yang menerapkan kerendahan hati dengan penuh kesombongan (dengan sombongnya mendeklarasikan dirinya rendah hati). Pada tulisan2 yang “berbau” keagamaan di internet sering ditemukan hal tersebut (setidaknya menurut saya). Dengan sombongnya mereka menuliskan bahwa dirinya sudah rendah hati dengan melakukan hal2 yang dianggap mendukung kerendahan hati.
Apakah dengan menuliskan artikel ini saya juga rendah hati? Saya kira tidak! Justru dengan menuliskan ini saya sedang sombong! Sombong bahwa saya tahu tentang kerendahan hati!
Nah …
Bagaimana kita bisa rendah hati tanpa bersombong diri ?





anda ini melihat 2 hal yg berbeda hanya dg 1 sudut pandang,
saya sangat tidak setuju kalau publikasi (pemberitahuan kpd org banyak) disebut sombong,
di dalam sifat sombong, ada kisah yang berujung,
yaitu sakit hati, dendam, atau bahkan kesabaran
apakah dalam publikasi hal itu ada?
Terima kasih, Anda sudah melihat bhw saya melihat 2 hal berbeda (bertolak belakang) dengan 1 sudut pandang. Memang itu yang saya lakukan; krn pada dasarnya kita hidup dengan 2 hal berbeda yang bertolak belakang yang dapat dilihat dengan 1 sudut pandang.